Optimalisasi Penggunaan Metode Demonstrasi untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Siswa Kelas V Sekolah Dasar

A. Latar Belakang Masalah
Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dinyatakan
bahwa, “Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) IPA di SD/MI
merupakan standar minimum yang secara nasional harus dicapai oleh
peserta didik dan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di setiap
satuan pendidikan” (Depdiknas, 2006:47). Pencapaian SK dan KD tersebut
pada pembelajaran IPA didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk
membangun kemampuan, bekerja ilmiah, dan pengetahuan sendiri
yang difasilitasi oleh guru dengan berorientasi kepada tujuan kurikuler Mata
Pelajaran IPA. Salah satu tujuan kurikuler pendidikan IPA di Sekolah Dasar
adalah “Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam

Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPS Melalui Model Cooperatif Learning tipe NHT Siswa Kelas IV SDN


1.      Latar Belakang Masalah
            Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dinyatakan bahwa, “Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) di SD/MI merupakan standar minimum yang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan” (Depdiknas, 2006:47).         Berdasarkan Standar isi dan Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar SD/MI (2006:150), Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam dalam bidang ilmu yang berkaitan.

PERANAN METODE KERJA KELOMPOK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA DALAM PELAJARAN BAHASA INDONEISA PADA SISWA KELAS IV SD

A. Latar Belakang Masalah
Hasil pembelajaran mata pelajaran BAHASA INDONEISA di Kelas IV SDN Sodong 2 masih kurang memuaskan. Salah satu penyebab kurang menariknya pelajaran tersebut, karena belum dikembangkan metode-metode pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan bagi siswa secara optimal.
Peranan guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa tidaklah mudah.

Peningkatan Minat Belajar Biologi dengan Model Pembelajaran Picture materi Klasifikasi makhluk hidup pada siswa kelas X


A.     Latar  Belakang Masalah

Biologi sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di SMA , materi pembelajarannya sudah menyesuaikan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Materi pembelajaran yang diajarkan ada kelas X  untuk semester gasal adalah Klasifikasi makhluk hidup. Berdasarkan analisis yang dilakukan dari pembelajaran sebelumnya, diskusi dengan guru pada mapel yang sama diketahui bahwa materi mengenai klasifikasi makhluk hidup masih dirasakan sulit bagi siswa.

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR FISIKA SISWA MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA PRAKONDISI PEMBELAJARAN DI KELAS VII-3 SMP


A.     Latar Belakang
Fisika merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam (sains), yaitu ilmu yang mempelajari gejala-gejala alamiah atau fenomena alam dalam rangka memahami serta mengungkap berbagai rahasia alam semesta untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Mengingat besarnya peranan ilmu fisika dalam kehidupan manusisa, dalam ilmu fisika dikenal pameo ‘physics to day is technology tomorrow’. Fisika hari ini adalah teknologi hari esok. Adalah tantangan bagi semua guru fisika untuk menyajikan fisika sebagai pelajaran yang menarik dan menantang minat siswa.

EFEKTIVITAS UPAYA PENERAPAN METODE TANYA JAWAB DENGAN VARIASI MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PKN


A.    Latar Belakang Masalah
Tugas seorang  guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa tidaklah mudah. Guru harus memiliki berbagai kemampuan yang dapat menunjang tugasnya agar tujuan pendidikan dapat dicapai. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam meningkatkan kompetensi profesinya ialah kemampuan mengembangkan model pembelajaran.

UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW


A.    Latar Belakang Masalah
Negara berkembang selalu berusaha untuk mengejar ketinggalannya, yaitu dengan giat melakukan pembangunan di segala bidang kehidupan. Dalam bidang pendidikan pemerintah selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai cara seperti mengganti kurikulum, meningkatkan kualitas guru melalui penataran-penataran atau melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi, memberi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan sebagainya. Sesuai dengan UU no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 3 menyatakan bahwa:
 
Support : Creating Website | Blog OK | Mas Template
Copyright © 2012. Berbagi Skripsi PTK - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger