Home » » Meningkatkan prestasi belajar siswa tentang anggota-anggota keluarga melalui metode sosiodrama

Meningkatkan prestasi belajar siswa tentang anggota-anggota keluarga melalui metode sosiodrama


A.           Latar Belakang Masalah
Upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia khususnya di sekolah dasar  ( SD ) sangat bergantung pada kualitas proses pembelajaran yang dikelola oleh guru, di sinilah guru memegang peranan penting dan dituntut lebih profesional dalam meningkatkan kinerjanya.

Proses perbaikan pembelajaran merupakan sebuah komitmen yang harus dilakukan guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran di dalam kelas. keberhasilan proses pembelajaran ditandai dengan dikuasainya materi pelajaran oleh siswa yang diukur melalui tes atau ujian baik berupa tes formatif, Ulangan tengah semester (UTS) maupun ulangan umum semester (UUS) . Namun kenyataan yang ada pada setiap akhir proses pembelajaran tidaklah harapan tersebut terwujud. Oleh karena itu perbaikan proses pembelajaran mutlak dilaksanakan oleh setiap guru
          Setiap kegiatan pembelajaran mempunyai tujuan yang sama yaitu meningkatkan prestasi belajar siswa. Demikian juga pada pembelajaran yang ada di SDN 02 Botekan terutama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Guru menginginkan adanya peningkatan prestasi bagi tiap siswa-siswinya. Untuk itu banyak upaya yang dilakukan oleh Guru demi tercapainya tujuan tersebut.
untuk mewujudkan hasil belajar yang baik, banyak dipengaruhi komponen-komponen belajar mengajar. misalnya saja bagaimana cara mengorganisasikan materi, metode yang ditetapkan, media yang digunakan dan lain-lain. Selain komponen-komponen pokok yang ada dalam kegiatan belajar mengajar, juga ada faktor lain yang ikut mempengaruhi keberhasilan belajar siswa.
Melalui kegiatan pembelajaran guru dapat membantu siswa untuk mengembangkan kemandirian dan kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan akademis siswa dan rasa antusias untuk mengerjakan tugas-tugas selanjutnya dalam suasana kelas yang memberi rasa aman kepada siswa. Untuk itu guru perlu mengenal tingkat kemampuan, minat dan latar belakang pengalaman siswa. Kemudian secara bertahap guru memberikan tugas atau latihan yang akan memberikan pengalaman keberhasilan kepada siswa sehingga mereka mampu berhasil dalam tugas pelajaran.
kualitas pendidikan sekarang ini menjadi sorotan banyak orang oleh karena itu Peningkatan kualitas pendidikan pada saat ini menjadi perhatian dan menjadi tujuan utama dalam pemerintahan. Peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat berjalan tanpa adanya inovasi pendidikan. Apa yang ingin dicapai melalui inovasi-inovasi pendidikan tersebut, yaitu usaha untuk mengubah proses pembelajaran, perubahan dalam situasi belajar yang menyangkut kurikulum, peningkatan fasilitas belajar mengajar atau sarana prasarana serta peningkatan mutu profesional guru.
Dengan melihat pengertian tersebut, guru sebagai pengajar tidak mendominasi kegiatan, tetapi membantu menciptakan situasi kondusi, sebagai media penyalur kegiatan siswa serta memberikan motivasi dan membimbing siswa agar dapat mengembangkan potensi dan kreativitasnya melalui kegiatan pembelajaran. Guru juga dituntut dapat melakukan perubahan proses pembelajaran agar situasi belajar mengajar menjadi lebih baik, sehingga hasil yang dicapai dapat meningkat.
Mencermati keberadaan SD Negeri 02 Botekan, khususnya di kelas I terdapat setengah lebih jumlah siswa yang mengalami kesulitan belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial khususnya pada materi pokok “Mendeskripsikan anggota-anggota keluarga”. Hal ini ditegaskan dari jumlah 32 siswa hanya 13 siswa atau sekitar 41% siswa yang sudah tuntas dan rata-rata mereka mendapat nilai diatas 60. berarti sekitar 18 atau 59% siswa belum tuntas belajar dengan banyak yang mendapat nilai kurang dari 60.
Berdasarkan masalah diatas, penulis dibantu oleh teman sejawat menganalisis penyebab masalah di atas. Adapun Hasil analisis tersebut antara lain sebagai berikut :
a.     Guru terlalu monoton dalam penyampaian materi sehingga siswa kurang  berminat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran
b.      Kurang lengkapnya media atau alat peraga yang digunakan oleh guru
c.       metode yang digunakan kurang tepat dan tidak bervariasi
d.      guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
e.       kurangnya bimbingan yang diberikan guru kepada siswa
Dari beberapa rangkaian analisis yang ada, mengingat keterbatasan waktu, biaya serta tenaga, juga atas pertimbangan pengamat, maka hanya sebagian permasalahan yang akan diteliti.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Blog OK | Mas Template
Copyright © 2012. Berbagi Skripsi PTK - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger